Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2011

Abu Hurairah Biografi


Biografi Abu Hurairah

 

Abu Hurairah r.a. dilahirkan 19 tahun sebelum Hijrah. Nama sebenar beliau sebelum memeluk ugama Islam tidaklah diketahui dengan jelas, tetapi pendapat yang mashyur adalah Abd Syams. Nama Islamnya adalah Abd al-Rahman. Beliau berasal daripada qabilah al-Dusi di Yaman.
Abu Hurairah r.a. memeluk Islam pada tahun 7 Hijrah ketika Rasulullah S.A.W. berangkat menuju ke Khaibar. Ketika itu ibunya masih belum menerima Islam malah menghina Nabi. Abu Hurairah r.a. lalu bertemu Rasulullah S.A.W. dan meminta baginda berdoa agar ibunya masuk Islam. Kemudian Abu Hurairah r.a. menemui ibunya kembali, mengajaknya masuk Islam. Ternyata ibunya telah berubah, bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat.
Apabila pulang dari Perang Khaibar, Rasulullah S.A.W. memperluaskan Masjid Nabawi ke arah barat dengan menambah ruang sebanyak tiga tiang lagi. Abu Hurairah r.a. turut terlibat dalam pengubahsuaian ini. Ketika dilihatnya Rasulullah S.A.W. turut mengangkat batu, ia meminta agar beliau menyerahkan batu itu kepadanya. Rasulullah S.A.W. menolak seraya bersabda, “Tiada kehidupan sebenarnya, melainkan kehidupan akhirat.”
Abu Hurairah r.a. pernah bersalah menimbang makanan yang lezat sehinggakan dia dikenakan hukuman dipukul oleh Rasulullah S.A.W. Bagaimanapun Abu Hurairah r.a. gembira “Karena Nabi menjanjikan akan memberi syafaat kepada orang yang pernah merasa disakitinya secara sengaja atau tidak,” katanya.
Begitu cintanya kepada Rasulullah S.A.W. sehingga siapa pun yang dicintai,ia ikut mencintainya. Misalnya, ia suka mencium Hasan dan Husain, karena melihat Rasulullah S.A.W.mencium kedua cucunya itu.
Gelaran Abu Hurairah r.a. adalah karena kegemarannya bermain dengan anak kucing. Diceritakan pada suatu masa ketika Abu Hurairah r.a. bertemu Rasullullah S.A.W. dia ditanyai apa yang ada dalam lengan bajunya. Lalu dia menunjukkan anak kucing yang ada dalam lengan bajunya lantas dia digelar Abu Hurairah r.a. oleh Rasullullah S.A.W. Semenjak itu dia lebih suka dikenali dengan gelaran Abu Hurairah r.a.
Abu Hurairah r.a. berpindah ke Madinah untuk mengadu nasib. Di sana ia bekerja menjadi buruh kasar bagi siapa yang memerlukannya. Sering kali dia mengikatkan batu ke perutnya, karena menahan lapar yang amat sangat. Malah diceritakan bahwa dia pernah berbaring disamping mimbar masjid sehingga orang menyangka dia kurang waras. Lalu Rasullullah S.A.W. mendengarkan berita tersebut, baginda menemui Abu Hurairah r.a. yang menjelaskan bahwa dia berbuat sedemikian karena lapar, lalu Rasullullah S.A.W. pun segera memberinya makanan.

Selasa, 19 April 2011

Pangeran Antasari

PANGERAN ANTASARI


Pangeran Antasari (lahir di Kayu Tangi, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809  meninggal di Bayan Begok Kampung Sampirang, Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia.
Ia meninggal karena penyakit paru-paru dan cacar di pedalaman sungai Barito, Kalimantan Tengah. Kerangkanya dipindahkan ke Banjarmasin dan dimakamkan kembali di Taman Makam Perang Banjar Banjarmasin Utara, Banjarmasin. Perjuangan beliau dilanjutkan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan mangkubumi Panembahan Muda (Pangeran Muhammad Said) serta cucunya Pangeran Perbatasari (Sultan Muda) dan Ratu Zaleha.
Pada 14 Maret 1862 beliau dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja.
Posting Lama ►

Utility Tools


[Email Bulk] - [Facebook Brute] - [Site Pinger]